Selamat Datang Di Blog REGGY GIFFARI ^-^ KEEP THE BLUE FLAG FLYING HIGH

Thursday, December 26, 2013

Indonesia Negara Berkembang ?



Indonesia Negara Berkembang ?

Perekonomian global yang saat ini tidak stabil dan cenderung ke arah pertumbuhan yang negatif, meningkatkan resiko untuk terjadinya krisis di suatu negara. Perekonomian di Indonesia sudah terkenal dengan ketangguhan dan kemampuannya dalam mengatasi krisis keuangan/perekonomian global yang sedang melanda seluruh dunia saat ini.

Hal itu diperkuat dengan tingkat inflasi relatif cukup terkendali pada tingkat satu digit, import-eksport berjalan cukup baik, tingkat bunga lumayan rendah dan cadangan devisa cukup tinggi untuk dapat menjamin import dalam waktu sedang, investasi cukup tinggi, menguatnya indeks di bursa saham, penguatan rupiah terhadap dollar dan masih banyak faktor-faktor lain yang mempengaruhi perekonomian di Indonesia.

Tidak halnya dengan Indonesia yang mampu mengatasi dan melewati krisis global ini dengan baik dan menunjukan tren pertumbuhan positif. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 6,5 persen di tahun 2011 membentuk nilai produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp7.427 triliun. Nilai itu naik dari PDB 2010 sebesar Rp6.436 triliun. Sedangkan sumbangan pertumbuhan ekonomi di 2011 terbesar dari ekspor sebesar 13,6 persen (Metrotvnews.com, senin, 6 Februari 2012).

Di masa yang penuh ketidakpastian ini, pertumbuhan Indonesia yang ulet menjadikannya salah satu titik cerah di dunia. Kembalinya indonesia ke peringkat investasi diharapkan dapat menarik investasi di bidang infrastruktur sehingga menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan inklusif yang bermanfaat
Lalu kalau melihat dari segi perekonomian rasanya Indonesia tidak cocok di kelompokan pada negara berkembang ataupun tidak cocok di kelompokan pada negara maju.
Negara berkembang adalah istilah yang umum digunakan untuk menjelaskan suatu negara dengan kesejahteraan material tingkat rendah. Karena tidak ada definisi tetap negara berkembang yang diakui secara internasional, tingkat pembangunan bisa saja bervariasi di dalam negara berkembang tersebut. Sejumlah negara berkembang memiliki standar hidup rata-rata yang tinggi. 
Kofi Annan, mantan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, menetapkan negara berkembang sebagai "negara yang memperbolehkan seluruh warga negaranya menikmati hidup yang bebas dan sehat dalam lingkungan yang aman." 

Namun menurut Divisi Statistik Perserikatan Bangsa-Bangsa, Tidak ada konvensi resmi untuk penetapan negara atau wilayah "maju" dan "berkembang" dalam sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa

Selain itu mereka mengemukakan Penetapan "maju" dan "berkembang" hanya ditujukan untuk kemudahan statistik dan tidak mengekspresikan penilaian terhadap tahap-tahap yang telah dicapai suatu negara atau wilayah dalam proses pembangunannya. 

IMF menggunakan sistem klasifikasi fleksibel yang memperhitungkan " tingkat pendapatan per kapita, diversifikasi ekspor sehingga eksportir minyak yang memiliki PDB per kapita tinggi tidak akan masuk dalam klasifikasi maju karena 70% barang ekspornya berupa minyak, dan tingkat integrasinya ke dalam sistem keuangan global." 

Bank Dunia mengelompokkan semua negara berpendapatan rendah dan menengah sebagai negara berkembang namun menyatakan, "Penggunaan sebutan ini tujuannya adalah memudahkan; tidak ditujukan untuk menyatakan bahwa semua ekonomi dalam kelompok ini mengalami pembangunan yang sama atau ekonomi lain telah mencapai tahap akhir pembangunan yang dituju. Pengelompokkan menurut pendapatan nasional secara langsung tidak mencerminkan status pembangunan suatu negara." 

Ada berbagai kritik terhadap pemakaian istilah 'negara berkembang'. Istilah ini menekankan inferioritas sebuah 'negara berkembang' jika dibandingkan dengan sebuah 'negara maju' yang tidak disukai oleh banyak negara. Istilah ini seolah menekankan sebuah negara agar 'berkembang' mengikuti model pembangunan ekonomi tradisional 'Barat' yang tidak diikuti beberapa negara seperti Kuba.

Istilah 'berkembang' berarti mobilitas dan tidak mengakui bahwa pembangunan menurun atau tetap di sejumlah negara, terutama Afrika bagian selatan yang terkena dampak parah dari HIV/AIDS. Dalam beberapa kasus, istilah negara berkembang dapat dianggap sebagai eufemisme.

 Istilah ini berarti homogenitas antara negara-negara tersebut yang sangat beragam. Istilah ini juga berarti homogenitas di antara negara-negara tersebut ketika kekayaan (dan kesehatan) sebagian besar atau kecil kelompok utama sangat bervariasi. 

Ciri-ciri negara berkembang antara lain sebagai berikut.
 1. Pertanian termasuk peternakan dan perikanan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan keluarga.
 2. Pada umumnya aktivitas masyarakat menggunakan sarana dan prasarana tradisional.
 3. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan pengalaman dan lamban.
 4. Pendapatan relatif rendah.
 5. Pendidikan penduduknya rata-rata rendah.
 6. Sifat penduduk kurang mandiri.
 7. Sangat tergantung pada alam.
 8. Tingkat pertumbuhan penduduk tinggi
 9. Angka harapan hidup rendah.
  10. Intensitas mobilitas rendah.


No comments:

Post a Comment