Selamat Datang Di Blog REGGY GIFFARI ^-^ KEEP THE BLUE FLAG FLYING HIGH

Monday, October 6, 2014

TUGAS 1( PEMAHAMAN TENTANG ETIKA)

PENGERTIAN
Etika (Yunani Kuno: “ethikos“, berarti “timbul dari kebiasaan”) adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral.

Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.

Etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlaq); kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlaq; nilai mengenai nilai benar dan salah, yang dianut suatu golongan atau masyarakat. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989)

Etika adalah suatu ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral tertentu atau bagaimana kita harus mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengan pelbagai ajaran moral. (Suseno, 1987)

Etika sebenarnya lebih banyak bersangkutan dengan prinsip-prinsip dasar pembenaran dalam hubungan tingkah laku manusia. (Kattsoff, 1986).

PERANAN  ETIKA
Peranan etika bagi aktivitas mahasiswa yaitu menjadi landasan dalam melakukan kegiatan yang tetap mengacu atau melihat nilai-nilai dan norma-norma, sehingga segala perbuatan dan tingkah laku kita dapat diterima masyarakat.

Etika memiliki peranan atau fungsi diantaranya yaitu:
1. Dengan etika seseorang atau kelompok dapat menegemukakan penilaian tentang perilaku manusia
2. Menjadi alat kontrol atau menjadi rambu-rambu bagi seseorang atau kelompok dalam melakukan suatu tindakan atau aktivitasnya sebagai mahasiswa
3. Etika dapat memberikan prospek untuk mengatasi kesulitan moral yang kita hadapi sekarang.
4. Etika dapat menjadi prinsip yang mendasar bagi mahasiswa dalam menjalankan aktivitas kemahasiswaanya.
5. Etika menjadi penuntun agar dapat bersikap sopan, santun, dan dengan etika kita bisa di cap sebagai orang baik di dalam masyarakat.

Etika terbagi menjadi tiga bagian utama:
Meta-etika (studi konsep etika)
Etika Normatif (studi penentuan nilai etika)
Etika Terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika).

Jenis Etika terbagi menjadi dua, yaitu :
1.     Etika Filosofis
Etika filosofis secara harfiah (fay overlay) dapat dikatakan sebagai etika yang berasal dari kegiatan berfilsafat atau berpikir, yang dilakukan oleh manusia. Karena itu, etika sebenarnya adalah bagian dari filsafat; etika lahir dari filsafat.

Berikut ini merupakan dua sifat etika :
Non-empiris Filsafat digolongkan sebagai ilmu non-empiris. Ilmu empiris adalah ilmu yang didasarkan pada fakta atau yang kongkret. Namun filsafat tidaklah demikian, filsafat berusaha melampaui yang kongkret dengan seolah-olah menanyakan apa di balik gejala-gejala kongkret. Demikian pula dengan etika. Etika tidak hanya berhenti pada apa yang kongkret yang secara faktual dilakukan, tetapi bertanya tentang apa yang seharusnya dilakukan atau tidak boleh dilakukan.

Praktis Cabang-cabang filsafat berbicara mengenai sesuatu “yang ada”. Misalnya filsafat hukum mempelajari apa itu hukum. Akan tetapi etika tidak terbatas pada itu, melainkan bertanya tentang “apa yang harus dilakukan”. Dengan demikian etika sebagai cabang filsafat bersifat praktis karena langsung berhubungan dengan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan manusia. Tetapi ingat bahwa etika bukan praktis dalam arti menyajikan resep-resep siap pakai. Etika tidak bersifat teknis melainkan reflektif. Maksudnya etika hanya menganalisis tema-tema pokok seperti hati nurani, kebebasan, hak dan kewajiban, dsb, sambil melihat teori-teori etika masa lalu untuk menyelidiki kekuatan dan kelemahannya. Diharapakan kita mampu menyusun sendiri argumentasi yang tahan uji.

2.     Etika Teologis
Ada dua hal yang perlu diingat berkaitan dengan etika teologis. Pertama, etika teologis bukan hanya milik agama tertentu, melainkan setiap agama dapat memiliki etika teologisnya masing-masing. Kedua, etika teologis merupakan bagian dari etika secara umum, karena itu banyak unsur-unsur di dalamnya yang terdapat dalam etika secara umum, dan dapat dimengerti setelah memahami etika secara umum.

Secara umum, etika teologis dapat didefinisikan sebagai etika yang bertitik tolak dari presuposisi-presuposisi teologis. Definisi tersebut menjadi kriteria pembeda antara etika filosofis dan etika teologis.

Sanksi Pelanggaran Etika
1.    sanksi social
skala relative kecil, dipahami sebagai kesalahan yang dapat “dimaafkan”.
2.    sanksi hukum
skala besar, merugikan hak pihak lain. Hukum pidana menempati prioritas utama dan hiikuti hokum perdata.



Saturday, May 31, 2014

TUGAS LANGUAGE BLENDS AND CODE MIXING

Language Blends and Code Mixing

Language Blends
  1. Notebook (Note + Book)
  2. Blueberry (Blue + Berry)
  3. Workroom (Work + Room)
  4. Highlight (High + Light)
  5. Agitprop (Agitation + Propaganda)
  6. Alcopop (Alcohol + Pop)
  7. Bash (Bat + Mash)
  8. Biopic (Biography + Picture)
  9. Breathalyzer (Breath + Analyzer)
  10. Camcorder (Camera + Recorder)
  11. Chunnel (Channel + Tunnel)
  12. Chexting (Heating + Texting)
  13. Clash (Clap + Crash)
  14. Cosmeceutical (Cosmetic + Pharmaceutical)
  15. Docudrama (Documentary + Drama)
  16. Electrocute (Electricity + Execute)
  17. Emoticon (Emote + Icon)
  18. Faction (Fact + Fiction)
  19. Fanzine (Fan + Magazine)
  20. Flare (Flame + Glare)
  21. Flirtationship (Flirting + Relationship)
  22. Glimmer (Gleam + Shimmer)
  23. Globish (Global + English)
  24. Guitarthritis (Guitar + Arthritis)
  25. Infotainment (Information + Entertainment)
  26. Moped (Motor + Pedal)
  27. Palimony (Pal + Alimony)
  28. Pulsar (Pulse + Quasar)
  29. Sitcom (Situation + Comedy)
  30. Slanguage (Slang + Language)
  31. Smash (Smack + Mash)
  32. Sportscast (Sports + Broadcast)
  33. Stagflation (Stagnation + Inflation)
  34. Staycation (Stay home + Vacation)
  35. Telegenic (Television + Photogenic)
  36. Textpectation (Text message + Expectation)
  37. Workaholic (Work + Alcoholic)
Code mixing


Teman saya kembali single setelah putus dari pacarnya
Dekat dekat ini tante saya akan married
Rencananya aku ingin memberika surprise pada ulangtahun temanku
Biasanya saya hunting foto didaerah yang pemandangannya indah
Saya mendapatkan hadiah cd original dari ibu
Image orang tentang wanita yang berpakaian terbuka itu sangat buruk.
Sales itu menjajakan dagangannya
Penjual itu memilih cara door to door untuk menjajakan dagangannya
Biasanya di mall ada potongan harga pada midnight

Wednesday, April 16, 2014

REPORT


Kangaroo

A kangaroo is an animal found only in Australia, although it has a smaller relative, called a wallaby, which lives on the Australian island of Tasmania and also in New Guinea.
Kangaroos eat grass and plants. They have short front legs, but very long, and very strong back legs and a tail. These are used for sitting up and for jumping. Kangaroos have been known to make forward jumps of over eight metres, and leap across fences more than three metres high. They can also run at speeds of over 45 kilometres per hour.
The largest kangaroos are the Great Grey Kangaroo and the Red Kangaroo. Adult grow to a length of 1.60 metres and weigh over 90 kilos.

Kangaroos are marsupials. This means that the female kangaroo has an external pouch on the front of her body. A baby kangaroo is very tiny when it is born, and it crawls at once into this pouch where it spends its first five months of life

www.belajarbahasainggris.us

Friday, March 28, 2014

HOW TO BE A GOOD CEO ( CHIEF EXECUTIVE OFFICER )

 HOW TO BE A GOOD CEO ( CHIEF EXECUTIVE OFFICER )

   
Remember: leadership skills and techniques can be learned. You don't have to be a natural leader. Very few people are.

Care for your team. That means knowing what matters to each member: their health, their partner, their children, their relatives, their interests, their hopes, their fears.

Stay close to your team. At some point, every day, walk around the office and say "Hi" to everyone who works for you. If you're not in the office that day, call and see how people are. This gives you a chance to enquire or encourage and gives them an opportunity to raise issues or make suggestions.

Meet your team. Regularly - daily, weekly or monthly, depending on your place and type of work - have meetings of all the members of the team. Keep these meetings short, focused and action-orientated. Make sure every member of the team contributes in some way and acknowledge that.

Train your team. Every team member should have at least two days training a year. Newer and more senior colleagues should have more. If they don't ask to go on training sessions, suggest some suitable courses.

Grow your team. Through varied experience and regular training, you should be developing each team member to be more and more confident and more skilled.

Celebrate with your team. This might be a personal event, such as a member's birthday or anniversary, or a professional occasion, such as completing a project or winning oa contract.

Socialise with your team. Have lunch or an after-work drink with them, especially when a member has a birthday or there's another reason to celebrate.

Set objectives for each team member. As far as possible, these objective such be SMART - Specific Measurable Achievable Resourced Timed.

Review the performance of each team member. At least once a year - at least quarterly for the first year of a new team member - have a review session where you assess performance, give feed-back and agree future objectives and training.

Communicate constantly. Don't assume that people know what you're doing, still less what you are planning or thinking. Tell them, using all the communication tools to hand: team briefings, electronic newsletters, organisational newspapers.

Eliminate. Too often we do things because they've always been done. Life changes. Consider whether you could stop doing certain things altogether.

Empower. A really effective leader sets clear objectives for his team members, but leaves detailed implementation of these objectives to the discretion and judgement of individual members of the team. As Second World War U.S. General George S. Patton put it: "Don't tell people how to do things. Tell them what to do and let them surprise you with their results”.

    Facilitate. A confident leader does not try to micro-manage his team, but makes it clear that, if team members need advice or assistance, he is always there to facilitate and support.

 Be seen. Don't just talk the talk, but walk the walk. So visit each unit or department for which you are responsible on a regular basis. Don't do this unannounced - you are not out to undermine other leaders or catch out staff. So arrange with the unit leader or departmental head when you'll visit and ask him or her to walk round with you.

Make time. Managers are often very busy and this can deter people from approaching you, so make time for people and be approachable. People will appreciate you taking five minutes out of your busy schedule, especially if you act on/listen to what they say.

 Really listen. Many of us - especially those who think they are important - don't really listen, but instead think about what they're going to say next. Give the person speaking to you your full attention and really take on board what they are saying. [For more detailed advice on listening click here]

Accept honest criticism. Criticism is hard to take, particularly from a relative, a friend, an acquaintance or a stranger - but it's a powerful tool of learning. Above all, assess criticism on merit, without regard to its originator.

Think strategically. The doers cut a path through the jungle; the managers are behind them sharpening the machetes; the leaders find time to think, climb the nearest tree, and shout "Wrong jungle!" Find time to climb the trees.

Have a mentor or buddy, someone doing similar work in the same or a similar organisation with whom you can regularly and frankly discuss your progress and your problems as a leader.

Have a role model, someone who can inspire you to be a truly great leader. If you can't find one, study Jed Bartlet as the American President in any episode of the television series "The West Wing".

Constantly revisit and review these tips. In his seminal work, "The Seven Habits Of Highly Effective People", Stephen Covey puts it this way: "Sharpen the saw".

Plan your succession. You won't be there forever and you may not be in control of the timing and circumstances of your departure. So start now to mentor and train at least one colleague who could take over from you.

referensi http://www.rogerdarlington.me.uk

Thursday, January 23, 2014

Cara Aman Naik Motor Saat Hujan dan Banjir



 Cara Aman Naik Motor Saat Hujan dan Banjir




Hujan dan banjir tak henti-hentinya mendera Jakarta dan kota lain di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. Pengendara sepeda motor pun dihadapkan dua pilihan saat dihadang hujan dan banjir: nekad melanjutkan perjalanan atau berteduh menunggu guyuran air mereda.

Jika Anda terpaksa menembus hujan saat mengendarai sepeda motor, waspadalah. Resiko mengalami kecelakaan bakal sangat tinggi lantaran fokus berkendara berkurang dan fisik cenderung lebih lelah. Jika menembus banjir, sepeda motor rawan mogok lantaran kompartemen mesinnya rendah dan gampang tergenang air.

Kepada Tempo beberapa waktu lalu, instruktur mengemudi dari Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu, punya beberapa tips aman mengendarai sepeda motor di musim hujan. Berikut uraiannya.

1. Perhatikan kondisi ban
Usia ban tidak boleh melampaui empat tahun sejak masa pemakaian pertama. Tanggal pembuatan bisa dicek di dinding ban. Jika kedalaman telapak kurang dari 2 milimeter, segera ganti ban karena kemampuan cengkeramannya berkurang. Petunjuknya adalah segitiga tread wear indicator (TWI) di sisi samping ban. Kurangi tekanan angin ban 1-2 psi dari skala normal.

2. Cek rantai
Saat menembus hujan, beban yang ditanggung rantai cenderung lebih berat. Selain itu air hujan bisa menyebabkan rantai berkarat dan rusak. Lumasi rantai dengan minyak khusus anti-karat.

3. Periksa cahaya seluruh lampu
Di tengah guyuran hujan, jarak pandang pengemudi berkurang. Karena itu fungsi lampu sangat vital baik sebagai penerang dan sinyal peringatan untuk kendaraan lain. Periksa cahaya lampu agar menyala optimal di tengah hujan. Bersihkan kaca helm agar pandangan Anda jelas.

4. Pilih jas hujan yang tepat
Tak perlu jas hujan mahal, pilih saja model celana dan jaket biasa asalkan tak tembus air. Hindari jas hujan model one piece alias ponco karena menjuntai dan bisa tersangkut di rantai atau jari-jari.

5. Hati-hati bermanuver
Saat berada di belokan, kurang kecepatan. Injak rem lebih awal dan hindari manuver eksrem lantaran jalan lebih licin. Perhatikan genangan air, jangan-jangan ada lubang di dalamnya dan Anda bisa terjatuh. Hindari berteduh di bawah pohon atau papan reklame lantaran rawan roboh.

6. Cuci motor
Air hujan bersifat asam dan memicu karat. Setelah "hujan-hujanan", segera cuci motor dengan sampo khusus dan air bersih.

http://www.tempo.co/