Selamat Datang Di Blog REGGY GIFFARI ^-^ KEEP THE BLUE FLAG FLYING HIGH

Friday, March 28, 2014

HOW TO BE A GOOD CEO ( CHIEF EXECUTIVE OFFICER )

 HOW TO BE A GOOD CEO ( CHIEF EXECUTIVE OFFICER )

   
Remember: leadership skills and techniques can be learned. You don't have to be a natural leader. Very few people are.

Care for your team. That means knowing what matters to each member: their health, their partner, their children, their relatives, their interests, their hopes, their fears.

Stay close to your team. At some point, every day, walk around the office and say "Hi" to everyone who works for you. If you're not in the office that day, call and see how people are. This gives you a chance to enquire or encourage and gives them an opportunity to raise issues or make suggestions.

Meet your team. Regularly - daily, weekly or monthly, depending on your place and type of work - have meetings of all the members of the team. Keep these meetings short, focused and action-orientated. Make sure every member of the team contributes in some way and acknowledge that.

Train your team. Every team member should have at least two days training a year. Newer and more senior colleagues should have more. If they don't ask to go on training sessions, suggest some suitable courses.

Grow your team. Through varied experience and regular training, you should be developing each team member to be more and more confident and more skilled.

Celebrate with your team. This might be a personal event, such as a member's birthday or anniversary, or a professional occasion, such as completing a project or winning oa contract.

Socialise with your team. Have lunch or an after-work drink with them, especially when a member has a birthday or there's another reason to celebrate.

Set objectives for each team member. As far as possible, these objective such be SMART - Specific Measurable Achievable Resourced Timed.

Review the performance of each team member. At least once a year - at least quarterly for the first year of a new team member - have a review session where you assess performance, give feed-back and agree future objectives and training.

Communicate constantly. Don't assume that people know what you're doing, still less what you are planning or thinking. Tell them, using all the communication tools to hand: team briefings, electronic newsletters, organisational newspapers.

Eliminate. Too often we do things because they've always been done. Life changes. Consider whether you could stop doing certain things altogether.

Empower. A really effective leader sets clear objectives for his team members, but leaves detailed implementation of these objectives to the discretion and judgement of individual members of the team. As Second World War U.S. General George S. Patton put it: "Don't tell people how to do things. Tell them what to do and let them surprise you with their results”.

    Facilitate. A confident leader does not try to micro-manage his team, but makes it clear that, if team members need advice or assistance, he is always there to facilitate and support.

 Be seen. Don't just talk the talk, but walk the walk. So visit each unit or department for which you are responsible on a regular basis. Don't do this unannounced - you are not out to undermine other leaders or catch out staff. So arrange with the unit leader or departmental head when you'll visit and ask him or her to walk round with you.

Make time. Managers are often very busy and this can deter people from approaching you, so make time for people and be approachable. People will appreciate you taking five minutes out of your busy schedule, especially if you act on/listen to what they say.

 Really listen. Many of us - especially those who think they are important - don't really listen, but instead think about what they're going to say next. Give the person speaking to you your full attention and really take on board what they are saying. [For more detailed advice on listening click here]

Accept honest criticism. Criticism is hard to take, particularly from a relative, a friend, an acquaintance or a stranger - but it's a powerful tool of learning. Above all, assess criticism on merit, without regard to its originator.

Think strategically. The doers cut a path through the jungle; the managers are behind them sharpening the machetes; the leaders find time to think, climb the nearest tree, and shout "Wrong jungle!" Find time to climb the trees.

Have a mentor or buddy, someone doing similar work in the same or a similar organisation with whom you can regularly and frankly discuss your progress and your problems as a leader.

Have a role model, someone who can inspire you to be a truly great leader. If you can't find one, study Jed Bartlet as the American President in any episode of the television series "The West Wing".

Constantly revisit and review these tips. In his seminal work, "The Seven Habits Of Highly Effective People", Stephen Covey puts it this way: "Sharpen the saw".

Plan your succession. You won't be there forever and you may not be in control of the timing and circumstances of your departure. So start now to mentor and train at least one colleague who could take over from you.

referensi http://www.rogerdarlington.me.uk

Thursday, January 23, 2014

Cara Aman Naik Motor Saat Hujan dan Banjir



 Cara Aman Naik Motor Saat Hujan dan Banjir




Hujan dan banjir tak henti-hentinya mendera Jakarta dan kota lain di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. Pengendara sepeda motor pun dihadapkan dua pilihan saat dihadang hujan dan banjir: nekad melanjutkan perjalanan atau berteduh menunggu guyuran air mereda.

Jika Anda terpaksa menembus hujan saat mengendarai sepeda motor, waspadalah. Resiko mengalami kecelakaan bakal sangat tinggi lantaran fokus berkendara berkurang dan fisik cenderung lebih lelah. Jika menembus banjir, sepeda motor rawan mogok lantaran kompartemen mesinnya rendah dan gampang tergenang air.

Kepada Tempo beberapa waktu lalu, instruktur mengemudi dari Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu, punya beberapa tips aman mengendarai sepeda motor di musim hujan. Berikut uraiannya.

1. Perhatikan kondisi ban
Usia ban tidak boleh melampaui empat tahun sejak masa pemakaian pertama. Tanggal pembuatan bisa dicek di dinding ban. Jika kedalaman telapak kurang dari 2 milimeter, segera ganti ban karena kemampuan cengkeramannya berkurang. Petunjuknya adalah segitiga tread wear indicator (TWI) di sisi samping ban. Kurangi tekanan angin ban 1-2 psi dari skala normal.

2. Cek rantai
Saat menembus hujan, beban yang ditanggung rantai cenderung lebih berat. Selain itu air hujan bisa menyebabkan rantai berkarat dan rusak. Lumasi rantai dengan minyak khusus anti-karat.

3. Periksa cahaya seluruh lampu
Di tengah guyuran hujan, jarak pandang pengemudi berkurang. Karena itu fungsi lampu sangat vital baik sebagai penerang dan sinyal peringatan untuk kendaraan lain. Periksa cahaya lampu agar menyala optimal di tengah hujan. Bersihkan kaca helm agar pandangan Anda jelas.

4. Pilih jas hujan yang tepat
Tak perlu jas hujan mahal, pilih saja model celana dan jaket biasa asalkan tak tembus air. Hindari jas hujan model one piece alias ponco karena menjuntai dan bisa tersangkut di rantai atau jari-jari.

5. Hati-hati bermanuver
Saat berada di belokan, kurang kecepatan. Injak rem lebih awal dan hindari manuver eksrem lantaran jalan lebih licin. Perhatikan genangan air, jangan-jangan ada lubang di dalamnya dan Anda bisa terjatuh. Hindari berteduh di bawah pohon atau papan reklame lantaran rawan roboh.

6. Cuci motor
Air hujan bersifat asam dan memicu karat. Setelah "hujan-hujanan", segera cuci motor dengan sampo khusus dan air bersih.

http://www.tempo.co/

Freeport Akan Bernegosiasi dengan Pemerintah





Freeport Akan Bernegosiasi dengan Pemerintah


Perusahaan tambang asal Amerika Serikat, Freeport McMoRan Copper & Gold Inc, menyatakan akan memperjuangkan haknya di Indonesia menyusul diberlakukannya pajak ekspor mineral baru. CEO Freeport Richard Adkerson mengatakan perseroan optimistis bisa menyelesaikan perselisihan paham dengan pemerintah Indonesia tanpa harus dibawa ke arbitrase internasional.

Kami memiliki keinginan untuk tidak ke arbitrase internasional. Yang akan kami lakukan adalah untuk mencari resolusi perjanjian dengan pemerintah Indonesia,” ujarnya kepada Reuters, seperti dikutip 23 Januari 2014.

Adkerson mengatakan regulasi baru yang diberlakukan pemerintah Indonesia telah mengingkari kontrak yang dilakukan antara perseroan dengan pemerintah Indonesia pada 1991. Dalam kontrak itu disebutkan perseroan tidak akan dikenai pajak baru atau bea apa pun.

Freeport menyatakan pemerintah hingga saat ini masih menunda persetujuan atas rencana ekspor perseroan tahun ini. Kondisi itu akan mengakibatkan Freeport menunda produksi 40 juta pounds tembaga dan 80 ribu ounces emas per bulan hingga penundaan ekspor itu terselesaikan. 

Meski begitu, Freeport belum menjelaskan berapa perkiraan kerugian dari dampak penundaan ekspor konsentrat ke konsumen tersebut. Perseroan menjamin telah melakukan komunikasi intensif dengan buyer atas masalah tersebut.

Adkerson menyatakan dia tidak ingin berspekulasi soal perkiraan kerugian atas masalah tersebut. Sebab, dia yakin bisa mencapai kesepakatan dengan pemerintah Indonesia. 

Freeport melaporkan pendapatan dari tambang di Amerika Serikat di kuartal IV 2013 menurun dibandingkan dengan 2012. Penurunan seiring penurunan harga komoditas metal. Freeport mengoperasikan tambang emas dan tembaga di Papua, Indonesia. Tambang Freeport di Papua merupakan tambang dengan cadangan emas dan tembaga terbesar di dunia. Pada 2012, Freeport Indonesia menyumbang 12 persen laba sebelum pajak Freeport.

http://id.berita.yahoo.com/
 



Hujan Lebat Disertai Petir Masih Landa Indonesia



Hujan Lebat Disertai Petir Masih Landa Indonesia

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, cuaca secara umum di sebagian besar wilayah Indonesia bagian Selatan dan Timur berpotensi terjadi hujan lebat dan disertai petir. Cuaca itu akan terjadi dalam sepekan ke depan, dari 24 Januari hingga 30 Januari 2014.

Data BMKG yang dipublikasikan di Jakarta, Jumat (24/1/2014) mengungkap, sejumlah wilayah yang berpotensi terjadi hujan lebat antara lain DKI Jakarta bagian Selatan dan Timur, Lampung bagian Barat, Bengkulu bagian selatan, Kalimantan Utara bagian Utara dan Timur, Kalimantan Timur bagian Timur, Kalimantan Selatan bagian Selatan, Banten bagian Barat dan Selatan, Jawa Barat bagian Barat dan Utara.

Selanjutnya wilayah Jawa Tengah bagian Utara dan Selatan, Jawa Timur bagian Utara, Timur dan Selatan, Bali bagian Selatan, Papua Barat bagian Barat dan Selatan, Papua bagian Selatan dan Barat.

Sedangkan wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang puting beliung tejadi di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara bagian Selatan, Maluku, NTB, NTT bagian Timur dan Selatan.
Kondisi cuaca itu dipengaruhi adanya daerah tekanan rendah di Laut Arafura serta pumpunan angin memanjang dari Samudera Hindia hingga Jawa dan dari Selat Makasar hingga Laut Arafura.

Selain itu, kelembaban udara cukup tinggi serta suhu muka laut di wilayah perairan Indonesia yang hangat mempengaruhi pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian Selatan dan Timur. (Ant/Mut)

http://news.liputan6.com